Senin, 12 Mei 2014

1.Konfigurasi subkultur di Indonesia masih beraneka ragam. Keaneka ragaman subkultur ini ditanggulangi berkat usaha pembangunan bangsa (nation building) dan pembangunan karakter (character building).

2.Budaya politik Indonesia bersifat parokial-kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di lain pihak (jadi, di suatu kelompok masyarakat, masih ada yang budaya politiknya parokial & kaula, namun di kelompok mayarakat lain, budaya politik nya sudah bersifat partisipan).
di satu segi masyarakat masih ketinggalan dalam menggunakan hak dan dalam memikul tanggung jawab politiknya (yang mungkin disebabkan oleh isolasi dari kebudayaan luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, bapakisme, ikatan primordial).
sedang di lain pihak kaum elitnya sungguh-sungguh merupakan merupakan partisipan yang aktif (yang kira-kira disebabkan oleh pengaruh pendidikan moderen )
kadang-kadang bersifat sekuler dalam arti relatif dapat membedakan faktor-faktor penyebab disintegrasi seperti agama, kesukuan dan lainnya, dengan kata lain kebudayaan politik Indonesia merupakan “mixed political culture” yang diwarnai dengan besarnya pengaruh kebudayaan politik parokial-kaula.